Korupsi? Cuih!

Sebenernya ga heran kalo kita mendengar Negara Indonesia menempati posisi ke-5 negara terkorup se-ASEAN dan berada di peringkat 111 dari 180 negara di dunia. Sejak pagi, siang, maupun malam kita pun juga sering mendengar dan melihat kata korupsi di berbagai media cetak maupun elektronik. Apa sih korupsi itu? Seberapa bahayakah korupsi itu?

Banyak definisi umum mengenai korupsi. Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia (Poerdawarminta 1976) korupsi merupakan perbuatan yang buruk seperti penggelapan uang, penerimaan uang sogok dan sebagainya. Sedangkan menurut Kamus Hukum (Prof. Raden Subekti Tjiptosoedibio, SH) menyebutkan bahwa korupsi adalah dengan melakukan tindak pidana memperkaya diri sendiri, yang secara langsung maupun tidak langsung merugikan keuangan/ perekonomian negara.

Kalo gue sih simple aja. Menurut pemikiran gue, korupsi pasti ada hubungannya dengan benda berharga. Terutama uang. Kalo kita melakukan korupsi, berarti kita sedang melakukan tindak kejahatan dengan uang/benda berharga tersebut. Seperti misal penggelapan, penyuapan, penyogokan, ataupun pemakaian uang pihak lain yang bukan hak kita.

Apakah korupsi merugikan? Tentu saja. Apakah korupsi menguntungkan? Tunggu dulu, kalo ada seseorang nanyain ini ke gue. Tanpa menjawab pun gue udah tau kalo orang itu pasti udah pernah melakukan korupsi. Apa alasannya? Nyeeh, masih ngotot juga. Dimana-mana korupsi itu merugikan. Baik itu diri sendiri maupun orang lain! Oh, kalo gitu mending korupsi ato ngga? Oke, pertanyaan bodoh!

Akhir-akhir ini kasus korupsi di Negara kita makin menjadi. Yang paling hot tentu saja kasus Bank Century. Sebuah Bank gabungan dari Bank Danpac dan Bank Pikko yang dianggap gagal gara-gara awalnya mengalami jatuh tempo atas surat-surat berharga valas dan gagal bayar. Karena berdampak sistemik, yang-gue-ga-tau-apa-maksudnya, maka menteri keuangan mengusulkan langkah penyelamatan oleh Lembaga Penjamin Simpanan(LPS). Dari sinilah awal mula tragedi Century itu berkembang. Mulai dari KPK, Polri, Menkeu, sampai DPR dianggap terlibat dalam penggelapan dana investasi senilai Rp 1.38 triliun yang dilakukan oleh Robert Tantular.

Siapakah Robert tantular itu? Apakah ada hubungan darah dengan mpu tantular?Apakah dia keponakan mpu gandring? Apakah dia juga bikin keris? Oke. Stop. Hentikan dulu pertanyaan ga jelas itu. Intinya Robert Tantular itu merupakan salah satu dari tujuh pemegang saham Bank Century.

Sudah banyak pihak yang dianggap terkait dengan kasus Bank Century ini, mulai dari mantan ketua KPK Bibit-Chandra, Menkeu Sri mulyani, Wapres Boediono, sampai beberapa anggota Polri. Tentu kalian sering ngeliat di tipi-tipi, dibentuknya Tim sembilan untuk  mengurusi hak angket Century,  trus pansus ngadain rapat membahas Century dari pagi ampe malem. Ngomongin ini ngomongin itu, yang sampai saat ini masih blom kelar-kelar. Ya begitulah salah satu dampak korupsi. Udah bikin negara rugi, orang lain pun juga bisa kena getahnya. Bikin ngantuk lagi.

Masih jelas teringat di benak gue waktu Pak SBY pernah bilang kalo korupsi di Indonesia merupakan agenda utama beliau selama jadi presiden. Tapi apa daya, meskipun korupsi sejatinya udah berkurang, tapi para koruptor masih blom kapok ngelakuin korupsi lagi. Bahkan dengan dibentuknya KPK pun, korupsi bukannya menurun, malah merajalela.

Selain itu meskipun si koruptor udah dimasukin penjara, tapi tetep aja bahagia. Hahaha, yaiyalah, namanya aja koruptor, pasti duitnya banyak dong. Hidup di penjara kaga bakal bikin para koruptor sengsara. Malahan bahagia. Siapa yang ga tau kasus Penjara Berbintang 5? Itu tuh penjara para koruptor yang ada Salon Kecantikan-nye, ada AC-nye, ada Ruang Karaoke-nye, ada juga Tipi sama Komputer-nye. Enak bener deh, udah kayak tinggal di rumah sendiri. Persis apartemen mewah. Kamar kos-kosan gue aja kalah. Ckckck.

Trus trus maksud tulisan lo itu apaan? Lo mau jadi ikutan jadi koruptor? Kalo gue ditawarin jadi koruptor, pasti langsung gue tolak. Gue ga mau ntar kalo udah punya cucu, trus cucu gue nanyain:

Cucu    : ”Kakek dulu waktu muda kerja jadi apa?”

Gue      : ”jadi koruptor dong!” *bangga*

Cucu    : ”berarti Kakek temennya tikus, dong?”

Gue      :  ” ”

Maksud tulisan gue diatas, cuma pengen ngasi tau kalo korupsi itu sangatlah merugikan dan ga ada gunanya. Setidaknya kita bisa mencegah korupsi sejak dini. Ingat! Korupsi itu ga cuma korupsi duit doang. Ada banyak macam-macam korupsi. Salah satunya dinamain korupsi waktu. Seperti misal kita di kantor yang biasanya masuk jam 08.00 sampai jam 17.00, tapi ternyata malah datang jam 10.00 trus pulang jam 16.00. Efeknya, selaen kantor yang rugi, diri kita pun juga ikut rugi. Pekerjaan yang biasanya selesai jam sekian, malah molor jam sekian.

Trus gimana cara mencegah korupsi sejak dini? Oke. Dengarkan baik-baik.

Kalo menurut gue, Pertama yang kudu kita lakuin adalah menjaga tanggung jawab yang diberikan kepada kita. Karena menurut gue tanggung jawab itu merupakan amanah. Contohnya, kita diberi kepercayaan untuk memegang uang kas kantor ato uang kas kelas(bagi pelajar/mahasiswa). Maka kita harus bener-bener menjaga amanah yang diberikan kepada kita. Kita harus bisa memilah mana uang kantor/kelas, mana uang pribadi. Kita ga boleh make uang kelas gara-gara kondisi mepet, ato juga gara-gara lagi butuh duit. Biasakanlah memegang teguh tanggung jawab meskipun dalam keadaan tidak kondusif. Karena menurut gue, kondisi tidak kondusif itu cuma ujian dari Allah swt. untuk mengetahui sejauh mana kita bisa memegang amanah.

Kedua, pahamilah makna korupsi sesungguhnya. Karena kalo kita ga ngerti betul arti korupsi, ntar kita bakalan bingung tuh, sebenernya korupsi itu berguna ato merugikan. Kalo kita udah nganggap korupsi itu merugikan, berarti kita sudah mulai paham apa makna korupsi yang sesungguhnya. Kita juga paham dampak korupsi itu sangat merugikan sekali. Dengan kata lain kita termasuk kategori anti korup. Tapi kalo kita menganggap korupsi itu berguna dan menguntungkan, berarti kita sudah terdaftar sebagai calon koruptor masa depan negeri ini. Plus sudah terdaftar sebagai calon penghuni rumah tahanan khusus koruptor. Hebat dong? Iya, hebat dari Hongkong.

Ketiga, Untuk yang terakhir ini gue cuman bisa bilang tiga kata aja. Perkuatlah iman kita! Gue mau tanya. Siapa coba, di dunia ini yang ga mau jadi kaya? Siapa coba, yang ga mau duitnya banyak? Kalo iman kita kuat, kita tentu bisa memilih, mana yang milik kita dan mana yang bukan hak kita. Hidup kita pasti ga bakal tenang kalo make uang haram hasil korupsi. Kita juga pasti ga bakal mau kalo disamaain dengan tikus. Udah korupsi, jelek, bau lagi. Apalagi ntar kalo udah mati, bau bangke cuy.

Makanya, kita harus jauhin yang namanya korupsi. Masa, pangkat tinggi, nama beken, muka cakep, terkenal, tapi doyan make uang rakyat. Sama aja boong tuh. Stop korupsi sejak dini sama dengan membantu memulihkan nama baik negara kita. Merdeka!

Artikel ini mengikuti kontes menulis dengan tema “solusi pemberantasan korupsi ala blogger” yang diselenggarakan oleh ceritainspirasi.net

Sumber data :  http://karodalnet.blogspot.com/2009/12/kasus-bank-century.html

Advertisements

53 thoughts on “Korupsi? Cuih!

  1. lucu juga dialog antara kakek dan cucu.
    memang semuanya kembali pada nat awal masing2 pribadi, apakah bekrja utk niat ibadah atau bukan?

    selamat ya Mas, semoga beruntung di kontes ini.
    salam.

  2. “datang jam 10.00 trus pulang jam 16.00” >> percaya deh.. yang bisa kayak gini itu cuma karyawan yang seharusnya tidak diterima perusahaan tapi terpaksa diterima hanya untuk menuhi kuota.. kalo ada BANYAK kerjaan juga pasti ga bakal bisa (ataupun mau) kayak gitu.. karna yang ada bakal keteteran sendiri 🙂

  3. Iya, trus ada lagi yang lucu. Keluarnya makan sengaja mendekati lonceng masuk kembali. Berarti baliknya ke pabrik jadi molor dkl nambah jam istirahat gitu hehhehe

    Salam bentoelisan
    Mas Ben

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s